Kalahkan Senior


Kejutan juga terjadi di cabang tarung derajat. Atlet muda Ma’ruf Setiawan menyumbang emas untuk Jateng. Di partai final kelas 52,1-55 kg putra, Ma’ruf mengalahkan Angga Purnadita (Sulawesi Selatan). Sukses Ma’ruf tak diperhitungkan sebelumnya.

Selain usianya baru 18 tahun, catatan prestasinya di babak kualifikasi PON kurang meyakinkan. Karena itu, di PON ini dia tidak ditarget muluk-muluk. Namun, hal itu justru mendatangkan keuntungan bagi Ma’ruf karena ia bisa bermain lepas.

Ma’ruf sebenarnya pengganti Edi Eriawan yang mengundurkan diri dari pelatda. Pelatih membawanya ke Riau karena dia dinilai punya mental dan fisik yang bagus. Kepercayaan itu dibayar penuh pemuda asal Sragen tersebut dengan mengalahkan lawan-lawannya yang lebih senior.

’’Di cabang tarung derajat, yang dibutuhkan adalah mental dan fisik yang bagus. Menurut kami, Ma’ruf memiliki dua hal itu untuk menjadi juara. Kesempatannya mengikuti ajang yang lebih tinggi seperti SEA Games sangat terbuka karena usia yang masih muda dan fisik yang ia miliki,’’ kata pelatih tarung derajat Jateng, Cepi Suhendi.

Tarung derajat Jateng berhasil menjadi juara umum setelah mengumpulkan dua medali emas, tiga perak, dan satu perunggu. Satu emas lainnya dipersembahkan Tarjuman yang turun di kelas 55,1-58 kg putra.

Sumber: Suara Merdeka

Semua Petarung Jateng Bawa Pulang Medali

Penyerahan medali cabang Tarung Derajat.
Pertandingan Tarung Derajat pada PON XVIII yang berlangsung di Bengkalis, Riau 2012. Jateng meraih target yang diharapkan untuk bisa menjadi juara umum. Saingan yang dulu sangat mendominasi dalam kejuaraan Tarung Derajat yaitu Jawa Barat tempat olahraga ini  berasal kini tergeser di urutan ke-2.

Jateng meraih juara umum dengan membawa pulang  medali sebanyak 6 medali yaitu 2 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu.

Berikut pencapaian yang diraih Jateng pada PON XVIII 2012 dari 6 atlet Tarung Derajat yang diberangkatkan:

Medali Emas

Kelas 52,1-55 Kg
Ma’ruf Setyawan (Jateng) vs Angga Purnadita (Sulsel)
Dimenangkan  Ma’ruf Setyawan (Jateng)              = 2-1
Kelas  55,1-58 Kg
Tarjuman (Jateng) vs Bernadus Niko (Kaltim)
Dimenangkan Tarjuman (Jateng)                            = KO

Medali Perak

Kelas 49,1-52 Kg
Kuswadi (Jateng) vs Heru Mulyana (Jabar)
Dimenangkan Heru Mulyanan (Jabar)                     =KO
Kelas 61,1-64 Kg
Subagja (Jateng) vs Septian Sapta (Jambi)
Dimenangkan Septian Sapta (Jambi)                        =3-0
Kelas  <52 Kg (Putri)
Weny Ariwati (Jateng)  vs Nur Fajeriah (Kaltim)
Dimenangkan Nur Fajeriah (Kaltim)                         = 3-0

Medali Perunggu
Kelas 52,1-58 Kg (Putri)
Nur Faizah (Jateng)

Perolehan Medali Tarung Derajat
Daerah EmasPerakPerunggu
Jateng 2 3 1
Jabar 1 1 3
Aceh 1 1 2
Bali 1 1 1
Kaltim 1 1 2
Riau 1 0 2
Kalbar 1 0 1
Jambi 1 0 0
NTB 1 0 3
Sulsel 0 1 0
Jatim 0 1 0
Sumut 0 1 0
Sumbar 0 0 3
NTT 0 0 1

Jateng Targetkan Dua Emas


Tim tarung derajat Jateng mengincar dua medali emas lewat dua petarung andalan Subagja dan Tarjuman. Ketua Harian Kodrat Jateng PI Soegiharto menyatakan, target ini berdasarkan hasil Pra-PON lalu. ’’Saat kami berlatih di Perguruan Pusat Tarung Derajat di Bandung, Sang Guru Ahmad Sudrajat menilai dua emas merupakan target yang realistis. 

Di Riau nanti kami lebih mewaspadai faktor non-teknis,’’ kata Soegiharto saat pelepasan tim tarung derajat di Mes Pelatda Jl Guntur, Sabtu (1/9), yang dihadiri oleh Ketua Umum KONI Jateng Soediro Atmoprawiro. Lebih lanjut dikatakan, Tarjuman yang juga mantan petarung SanshouWushu Jateng, bersama Subagja berhasil merebut medali emas dalam babak kualifikasi beberapa waktu yang lalu. ’’Semoga saja tidak ada non teknis yang akhirnya bisa merugikan Jateng. Jika semua berjalan lancar, saya yakin kedua petarung terbaik ini, bisa meraih medali emas,’’imbuhnya. Petarung Putri Lebih dari itu, lanjut Soegiharto, pihaknya tetap berharap pada dua petarung putri yaitu Weni Ariwati dan Nur Faizah menyumbangkan emas. ’’Secara khusus saya meminta mereka mempelajari gaya lawan. 

Sebab saya melihat peluang Weni dan Faizah cukup terbuka asalkan konsentrasi penuh,’’ungkapnya Ketua Umum KONI Jateng Soediro Atmoprawiro meminta agar petarung Jateng siap dengan kondisi yang ada. Misalnya makanan dan situasi tempat bertanding. ’’Dari laporan yang saya dapat, atlet tarung derajat Jateng sangat diperhitungkan. Kalau bisa jangan hanya dua emas, sebanyak-banyaknya bawa pulang,’’ ujar dia.
Sumber: Suara Merdeka

Mental Petarung Jateng Terus Digembleng

Mental atlet Pelatda Tarung Derajat Jateng terus digembleng. Hal ini untuk mematangkan persiapan menuju PON XVIII Riau September mendatang. Pengprov Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jateng mendatangkan psikolog dan motivator untuk meningkatkan motivasi dan semangat para petarung.
Ketua Harian Kodrat Jateng PI Soegiharto mengatakan, soal teknik dan kemampuan bertarung atlet Jateng sudah siap dan tidak ada kendala. Namun, semua itu harus diimbangi dengan mental dan semangat bertanding yang tinggi.
"Kedua hal ini harus seimbang dan saling mendukung. Kemampuan bertarung bagus tidak diimbangi mental yang kuat akan percuma. Begtu juga sebaliknya," kata Soegiharto Minggu (5/8).
Dijelaskan, selain mengapliksikan teknik dan jurus baru yang didapat dari perguruan pusat, persiapan saat ini difokuskan pada non teknis. "Kami lebih menekankan pada jaga kondisi pada puasa ini. Jika dipaksakan pada teknik dan fisik, dikhawatirkan akan berdampak kurang bagus pada atlet seperti cedera atau kondisi yang drop," papar pria yang berprofesi sebagai pengacara ini.
Soegiharto mengatakan, saat ini latihan hanya bersifat pematangan saja bukan pembentukan lagi. "Ya itu tadi, lebih dititik beratkan pada penggemblengan mental dan semangat saja. Sekarang ini adalah masa krusial bagi atlet untuk jaga kondisi,
sehabis puasa memang kondisi fisik pasti menurun," ungkap dia.
Untuk itu, kata dia, waktu cuti lebaran atlet terpaksa diperpendek. "Kami hanya memberikan waktu cuti hanya tiga hari. Setelah lebaran, kami membuat program untuk mengembalikan kondisi tubuh seperti semula," ujar Soegiharto.
Pelatih Tarung Derajat Jateng Madi Sudrajat menambahkan, selain peningkatan mental pihaknya juga memberikan trik baru dalam bertanding. "Trik baru ini ditekankan pada penyiasatan pukulan saat bertanding nanti," jelasnya.


Sumber : Suara Merdeka

Jauh dari Keluarga

Berada jauh dari keluarga terkadang terasa berat. Namun demi meraih prestasi dan membela Jateng di arena PON XVIII Riau September mendatang, ia rela meniggalkan suami dan anak beberapa waktu. Itulah yang dirasakan oleh Weny Ariwati, atlet pelatda PON Jateng Tarung Derajat. Weny, panggilan kesehariannya, harus meninggalkan Zudan Khafidz, buah hati dari pernikahannya dengan Musta'im.
Meski terasa berat, namun Weny merasa sebagai atlet Jateng harus siap memberi yang terbaik untuk daerahnya. "Suami dan anak justru aku jadikan penyemangat untuk meraih prestasi. Jauh daru keluarga harus bisa meraih prestasi setinggi mungkin," tandas wanita pemilik tinggi badan 164 dengan berat 48 kg ini. Ia bertekad meraih emas di PON yang akan datang. 
PON XVIII Riau kali kedua Weny terpilih mewakili Jateng. Pada PON 2008 di Kaltim lalu, ia berhasil menyabet medali perak. Kesempatan kali ini tak ingin disia-siakan untuk meraih emas. Ini kesempatan yang tak bisa dilewatkan," tandas petarung yang tergabung di Satlat Temanggung ini
 Keyakinan Weny ini didapat setelah ditempa baik secara teknik, fisik, dan mental di pemusatan latihan. Ia merasa kondisi puncak, sehingga siap untuk berlaga di PON Riau. Selain itu, ia memotivasi diri. Putri dari pasangan Rumadi dengan Naryati ingin mempersembahan medali yang ia peroleh untuk Jateng, pelatih, pengurus Kodrat Jateng, dan keluarganya.
"Yang terpenting sekarang ini konsentrasi penuh menghadapi PON. Jika kangen dengan keluarga, aku cukup telpon agar tahu keadaan Zudan dan suami," tutur Weny yang juga hobi memasak. Dukungan keluarga bagi dia sangat penting dan mampu memberi semangat tersendiri. Ia merasa bersyukur suami anaknya mendukung kiprahnya di Tarung Derajat.
Ia ingin menjadikan PON XVIII Riau sebagai moment yang tak terlupakan. "Aku mengenal Tarung Derajat sejak 2004. Sejak itu aku ingin berprestasi setinggi mumgkin. PON nanti Insya Allah bisa dapat emas," tukasnya.

Beralih di Kelas Tarung


Nomor tarung bukanlah spesialisasinya. Namun dengan tekad dan ingin mencari pengalaman baru atlet Tarung Derajat Kota Semarang Eko Satrio P. kini beralih haluan dari seni jurus ke nomor tarung. Pria kelahiran 5 Maret 1984 di Makassar dalam pra Porprov pada November nanti akan terjun kategori tarung.
Untuk mengasah teknik bertarungnya, atlet yang tergabung dalam Satuan Latihan Arhanudse 15 kini giat berlatih baik secara individu maupun di pemusatan latihan. Hampir setiap waktu longgar ia gunakan untuk berlatih. ''Nomor tarung bukan spesialisasi saya. Namun oleh pelatih dicoba untuk mengikuti nomor tarung. Saya siap untuk itu,'' tandas Eko sapaan akrabnya.
Kendati demikian, suami dari Puji Rahayu ini mempunyai keyakinan lolos ke Porprov 2013 mendatang di Banyumas. ''Yang penting saya selalu menanamkan kepercayaan dan keyakinan pada diri sendiri untuk lolos dan meraih emas, walaupun baru kali ini tampil di nomor tarung ,'' ujar pria kelahiran 5 Maret 1984 di Makassar ini yang pada Porprov 2009 di Solo meraih medali perunggu.
Bagi Eko dengan mempelajari Tarung Derajat banyak hikmah. Sebagai prajurit di Batalyon Arhanudse 15 Kodam IV Diponegoro, olahraga ini sangat medukunhg. Ia lebih bugar dan sehat. ''Sebagai seorang atlet dan prajurit dituntut mempunyai fisik yang prima. Setelah mendalami Tarung Derajat ini, kondisi saya lebih bugar, '' tandas bapak satu anak ini.
Falsafah Tarung derajat yang mengutamakan kekuatan, ramah, dan tangkas (Kurata) dipegang teguh dalam kesehariannya. Kemampuan bela diri justru membuatnya selalu berbaut arif dan tidak sewenang-wenang. ''Seorang petarung harus mempunyai sifat yang kuat dalam pribadinya, ramah kepada sesama petarung dan orang lain. Serta tangkas,'' ujarnya.
Buat pria yang tinggal di Asrama Kodam Jl Ksatrian ini, Tarung Derajat bukan sekedar olahraga prestasi. Lebih jauh, ia merasakan perubahan pribadi setelah mendalaminya. ''Saya lebih disiplin, bisa menguasai emosi dan lebih tangkas dalam melaksanakan tugas di Kesatuan Batalyon Arhanudse-15,'' tandas Eko.

Peraih Medali pra PON Balikpapan 2011


Setelah lama tida posting pada blog ini, baru kali ini saya psoting lagi maaf sebeumnya karena sudah jarang aktif. Postingan kali ini cuma mau kasih tahu beberapa nama atlet Tarung Derajat Jateng yang meraih medali pada babak kualifikasi PON yang berlangsung di Baalikpapan Desember tahun lalu. Berikut nama-nama atletnya berurutan berdasarkan raihan medali: 

Medali Emas
Arju kelas <49 kg.
Subagja kelas 64,1-67 kg.

Medali Perak
Weni Ariwati kelas <52 kg putri.
Noer Faizah A. kelas 52,1-58 kg putri.

Medali Perunggu
Edi Irwanto kelas 49,1-52 kg.
Kuswandi kelas 52,1-55 kg.

Jateng Harus Puas di Urutan Ke-2


Melihat dari hasil kejuaraan babak pra kualifikasi PON yang digelar pada tanggal 16-18 Desember tahun ini di Balikpapan, Kalimantan Timur. Jateng harus berpuas diri menempati juara umum ke-2 setelah juara umum diraih oleh Tim Jabar. Tim Jabar memang cukup sulit untuk ditaklukan, selain karena pusatnya olahraga ini Jabar juga memiliki atlet-atlet yang sangat potensial untuk menjuarai di setiap kejuaraan tingkat nasional.

Jabar memimpin dengan meraih sebanyak 4 medali emas dan 1 medali perunggu. Tim rivalnya Jateng menempati juara umum ke-2 dengan meraih medali sebanyak 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu dimana semua medali itu diraih dari kelas tarung sedangkan kelas seni gerak tidak membawa hasil apa-apa dan tidak bisa ikut serta dalam ajang olahraga empat tahunan yaitu PON 2012 yang akan digelar di Bengkalis, Riau. Kedua medali emas dipersembahakan oleh Andre Subagja kelas 64,1-67 kg dan emas yang satu lagi dipersembahkan oleh Tarjuman kelas 55,1-58 kg.

Dari hasil babak pra kualifikasi PON tersebut Jateng masih mempunyai banyak kesempatan untuk mengalahkan tim rivalnya Jabar pada PON mendatang karena cukup banyak atlet yang lolos terkecuali tim seni gerak.

Tarung Derajat Go Internasional

Atlet PraPON Kenakan Body Protector
Hadir sebagai salah satu cabang olahraga asli Indonesia yang terbilang  relatif muda daripada cabor-cabor yang selama ini dipertandingkan dalam setiap perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun tarung derajat yang diciptakan oleh pria asal Jawa Barat, Ahmad Derajat atau yang akrab disapa AA Boxer, mampu menarik publik tanah air untuk tidak sekadar menekuni namun juga bisa berprestasi lewat cabor tersebut.

Hasilnya pun mulai dirasakan. Berhasil menyebar hampir ke seantero Nusantara, tarung derajat rupanya tidak hanya diminati kalangan domestik saja namun lebih dari itu cabor ini pun merambah ke level regional yang jauh lebih luas. “Alhamdulillan, tarung derajat yang lahir di Jawa Barat ini sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia. Sejauh ini sudah ada 25 pengprov di Tanah Air,” kata Badai, di sela-sela kunjungannya memantau persiapan Pra PON, Rabu (14/12) kemarin di Dome.

“Lebih membanggakan lagi, tarung derajat tidak hanya menyebar luas di Indonesia saja, tapi sekarang tarung derajat sudah go internasional,” sambung putra AA Boxer ini.

Bukti go internasionalnya cabor asli Nusantara ini dengan telah diterimanya tarung derajat sebagai salah satu olahraga di beberapa negara Asia Tenggara. Seperti Malaysia, Filiphina, Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos dan Brunai Darussalam. “Ada delapan negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia yang menerima cabor tarung derajat ini sebagai salah satu cabor resmi. Karena itu bukti go Internasional tarung derajat ini dengan dipertandingkannya pada SEA Games lalu, meski hanya eksibisi,” tegas Badai.

Nah, pada pelaksanaan SEA Games XXVIII di Myanmar pada 2013 nanti tarung derajat secara resmi akan dieprtandingkan. “Bahkan kami tidak ingin sampai di sini saja, tapi bagaimana tarung derjata kedepannya bisa lebih mendunia, termasuk bagaimana bisa menembus olimpiade. Dan itu kami dari Perguruan Pusat dan PB harus berjuang tentunya dengan pencapaian prestasi atlet dan terus menyebarluaskan cabor ini,” beber dia.

Sebagai cabor yang go internasional dan akan mengawali kiprahnya secara resmi di SEA Games Myanmar nanti. Kata Badai, pihak perguruan pusat yang berlokasi di Bandung Jabar ini tengah melakukan koordinasi dengan tujuh negara di Asia Tenggar. Pasalnya sebagai ajang pemanasan pra SEA Games, negara-negara Asia Tenggara tersebut sepakat untuk menggelar kejuaaraan terbuka.

“Dan kami dari perguruan pusat dan PB Kodrat berharap agar kegiatan internasional sebelum SEA Games tersebut bisa terselenggara di Indonesia. Untuk lokasi pertandingan sendiri kami sepakati berlangsung di Denpasar Bali. Tapi ini belum final, karena penyelenggaranya baru pada 2012 mendatang,” tandas Badai yang diamini oleh Sekjen PB Kodrat Hermansyah dan Ketua Pengprov Kodrat Kaltim Muhammad Adam.(san)

Petarung Dijanjikan Bonus


Untuk menambah motivasi petarung, pengurus Keluarga Besar Tarung Derajat (Kodrat) Jateng menyiapkan bonus bagi petarung yang meraih medali pada Pra-PON XVIII di Balikpapan 15-18 Desember.
Ketua Umum Kodrat Jateng Putut Sutopo menyampaikan hal itu, Minggu (11/12) malam, dalam acara pelepasan kontingen di rumah makan Ikan Bakar Cianjur, kawasan Kota Lama, Semarang. Selain atlet dan pelatih, acara dihadiri Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jateng Soedjioto, dan Ketua Harian Kodrat PI Soegiharto.
Putut menyebutkan, petarung peraih medali emas akan mendapat satu unit sepeda motor, perak mendapat Rp 5 juta, dan perunggu Rp 3 juta. Bonus juga akan diberikan kepada pelatih. "Ini sebagai penambah semangat saja bagi atlet. Semoga motivasi mereka bisa meningkat sehingga Jateng banyak meloloskan petarung sebanyak-banyaknya ke PON," katanya.
Putut yakin dengan persiapan yang sudah dilakukan lama, petarung lebih siap secara teknik dan fisik. Ia juga berpesan kepada atlet agar tidak terlalu menganggap berat petarung dari Jabar, yang selama ini selalu mendominasi di berbagai kejuaraan nasional. "Saya melihat raut muka atlet semunya sudah siap bertarung.
Mental mereka juga sudah tertata bagus karena latihan intensif dan uji coba yang dilakukan selama ini. Saya minta agar petarung pantang menyerah," tandasnya.
Pada Pra-PON ini, Jateng menurunkan 13 atlet, tiga pelatih, satu manajer, dan satu ofisial. 13 atlet tersebut terdiri atas tujuh petarung putra, dua petarung putri, dan empat atlet seni gerak. Mereka akan turun di 10 nomor yang dipertandingkan.
Pelatih Kepala Heru Hermawan mengatakan pelatihan yang dilakukan di Mess Pelatda Jalan Guntur No 3 Gajahmungkur Semarang berjalan intensif. Sepanjang mengikuti Pelatda, petarung menunjukkan kemajuan yang signifikan.
"Mereka sudah dipersiapkan dengan latihan keras. Dari berbagai uji coba bisa dilihat beberapa daerah seperti Jabar, Sumbar, dan Aceh harus diwaspadai. Begitu juga dengan tuan rumah Kaltim," katanya.
Sementara Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jateng, Soedjioto, berharap tarung derajat bisa melanjutkan tren positif cabang olarhaga di Jateng yang meloloskan atletnya ke PON. ''Kami berpesan agar semua atlet dan ofisial menjaga sportivitas ketika bertanding,'' katanya.

Atlet Jateng Fokus pada Teknik

Sebelum diberangkatkan ke Pra-PON di Bengkalis, 16-18 Desember mendatang, atlet tarung derajat Jateng akan di fokuskan latihan teknik.

Ketua Harian Keluarga Besar Tarung Derajat (Kodrat) Jateng PI Soegiharto menegaskan, 14 atlet saat ini terus dilatih terpusat di Mess Pelatda Tarung Derajat Jateng, jalan Guntur No 3 Gajahmungkur, Semarang.

Dikatakan, dari hasil try out dan try in yang telah dilakukan, pihaknya optimis bisa menorehkan prestasi. Apalagi dari hasil evaluasi try out di Jabar belum lama ini, pengurus mengaku puas atas hasil yang dicapai para petarung.

"Secara umum kami telah siap mengikuti babak kualifikasi. Tanggal 16 Desember, 14 atlet, tiga pelatih, satu manajer dan satu offisial akan kami berangkatkan," tegasnya.

Dua Emas

Di Pra-PON sendiri, PI Soegiharto yang juga Ketua DPD Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Jateng optimis bisa meloloskan petarung sebanyak-banyaknya ke PON. Sementara di PON, Jateng menargetkan bisa membawa pulang dua medali emas. "Kelas yang kami incar adalah kelas 67 kg hingga 70 kg," akunya.

Ditambahkan, upaya untuk bisa merebut dua emas di PON XVII/Riau 2012, menurutnya akan sedikit berat. Apalagi banyak nomor andalan Jateng yang tidak dipertandingkan. Target realistis, ingin memperbaiki prestasi di PON ke XVII 2008. Pada pagelaran event empat tahunan di Kaltim, kontingennya hanya mampu membawa pulang tiga medali perak, dan tiga perunggu.

SEA Games 2011: Final Indonesia vs Thailand



Pertarungan yang sangat seru dan menarik karena banyaknya dukungan dari para supporter tuan rumah, bahkan kebanyakan supporter didatangkan langsung dari kota asal Beladiri itu sendiri yaitu Kota Bandung. Teriakan para supporter benar-benar sangat membantu petarung Indonesia di arena sehingga mampu membangkar semangat petarung Indonesia.

Supporter Indonesia semakin ramai ketika petarung kubu tuan rumah melakukan serangan dan masuk mengenai sasaran lawan. INDONESIA, INDONESIA, INDONESIA BISA.
BOX!!

Tarung Derajat untuk Harkat Martabat Manusia

Tarung Derajat adalah olahraga atau seni ilmu bela diri yang digunakan terutama pada upaya pemeliharaan keselamatan, kesehatan, dan kesempatan hidup sebagai manusia yang berhakekat. Seperti mampu menghindari dan menjauhkan sikap hidup permusuhan dan kesombongan, pencegahan dan pemulihan penyakit fisik dan mental, serta mampu mensyukuri kehidupan dan berbuat amal kebaikan bermanfaat bagi kemanusiaan.

Seni ilmu bela diri ini diciptakan untuk digunakan saat seseorang perlu dan harus berkelahi atau bertarung dalam rangka berjuang untuk mempertahankan kelangsungan hidup, menegakan kehormatan dan membela kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari selaras dengan kodrat hidupnya.

Sang Guru Achmad Dradjat menciptakan ilmu ini dari pengalaman hidupnya yang pada saat mudanya hidup di lingkungan yang keras dan harus membela dirinya dari perilaku jahat orang dengan bermodal tubuh yang kecil serta didikan akhlak budi pekerti dan ajaran agama yang diterapkan kedua orang tua tertanam serta  terpelihara secara ketat dan berdisiplin sejak masa kecil.

Pilar penciptaan, pertumbuhan pengembangan dan penyebarluasan Tarung Derajat adalah imajinasi, kreativitas dan keberanian moral.

8 Negara Ikuti Ekshibisi Tarung Derajat di Sea Games XXVI


Sebanyak delapan negara akan melakukan eksibisi seni bela diri asli Indonesia, Tarung Derajat di Hall Basket, Senayan, Jakarta, 13-14 November. Eksibisi digelar untuk mengamankan posisi Tarung Derajat sebagai salah satu cabang olahraga resmi SEA Games Myanmar 2013 mendatang.

Negara-negara yang akan bertarung memperebutkan enam medali emas itu, adalah Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Filipina, Myanmar, Timor Leste, Malaysia, dan Indonesia. Ekshibisi ini akan mempertandingkan empat kelas putra dan dua kelas putri.

Seluruh biaya pelaksanaan adalah dari hasil sumbangan pengurus PB Kodrat (induk organisasi tarung derajat), perguruan, dan donatur. "Tampilnya banyak negara ini membuktikan ilmu bela diri tarung derajat sudah diterima masyarakat kawasan ASEAN. Bahkan mendapat dukungan dari pemerintah masing-masing," tutur Sang Guru Achmad Drajat, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Sang Guru, selain ekshibisi SEA Games, tarung derajat juga akan dipertandingkan di Arafura Games 2012. "Kami bangga bisa mengembangkan olahraga tarung derajat asli Indonesia hingga go international. Pertandingan ekshibisi ini merupakan langkah awal untuk bisa dipertandingkan secara resmi di SEA Games XXVII Myanmar 2013," katanya.

Kodrat Semarang Siapkan Petarung ke Kejurda Yunior


Keluarga Tarung Derajat (Kodrat) Kota Semarang, saat ini sedang menyiapkan beberapa petarung yunior untuk mengikuti Kejurda Yunior Jateng 2012. Rencananya, kejuaraan tingkat yunior dan prayunior yang diselenggarakan Kodrat Jateng tersebut, akan dilaksanakan bulan Februari atau Maret 2012.
Heru Sudjatmiko, pelatih kepala Tarung Derajat Kota Semarang ketika ditemui mengatakan, meski pelaksanaan kejuaraan masih cukup lama, pihaknya akan menyiapkan petarung jauh-jauh hari. Apalagi pengurus Kodrat Kota Semarang memiliki target menjadi juara umum di event tersebut.
"Untuk persaingan, Magelang masih kami waspadai. Karena perkembangan olahraga tarung derajat di sana maju cukup pesat. Apalagi banyak potensi muda potensial yang lahir dari sana," paparnya.
Di Kejurda Yunior, ada beberapa kelas dari kelompok umur yang akan dipertandingkan. Di antaranya kelompok usia SD (9-12 tahun) SMP (13-15 tahun) dan SMA (15-17 tahun). Kodrat Semarang, akan menyiapkan petarung sebanyak-banyaknya untuk dikirim ke event ini. Khususnya petarung usia SD dan SMP.
Apalagi potensi atlet yunior Semarang bisa dikatakan lebih banyak dibanding daerah-daerah lain. "Setelah mendapatkan informasi dari Kodrat Jateng, kami segera menginventarisir nama-nama petarung yunior yang tergabung di Satlat. Selanjutnya akan kami seleksi guna dikirim ke kejurda," tegasnya.
Ketika ditemui beberapa waktu lalu, Ketua Harian Kodrat Jateng, PI Soegiharto mengatakan, pihaknya memang sedang menyiapkan program kejuaraan tingkat yunior. Apalagi di beberapa daerah, prestasi petarung yunior menunjukkan grafik positif. Tidak hanya di kelas yunior, di kelas prayunior juga menunjukkan perkembangan yang cukup baik.
Setidaknya, ada puluhan atlet prayunior yang selalu tampil di setiap event. Maka untuk itu, PI Soegiharto yang juga Ketua DPD Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Jateng itu berencana menggelar kejuaraan rutin tahunan khusus untuk atlet prayunior dan yunior.
Sumber: Suara Merdeka

Pentingnya Stretching Sebelum Berlatih


Sebelum melakukan pemanasan sebaiknya kita melakukan stretching atau dalam istilah bahasa Indonesia biasa disebut dengan peregangan otot, stretching merupakan bagian pemanasan sebelum berolahraga dan jangan anggap remeh dalam melakukan stretching. Tapi saat melakukan gerakan stretching tidak boleh dilakukan secara berlebihan karena menurut ahli fisioterapi stretching berlebihan bisa memicu rawan cedera pada persendian.

Menurut para ahli, gerakan pemanasan dan peregangan otot harus dilakukan dalam intensitas yang lambat dan rendah. Setelah badan benar-benar panas dan mengeluarkan keringat barulah kita memulai latihan sesungguhnya. Agar latihan lebih menyehatkan lakukanlah dengan penuh semangat dan perasaan yang senang.

Tarung ala Bruce Lee..



Baru kali ini saya liat pertandingan Tarung Derajat yang rame penuh dengan suara teriakan dari sang petarung (meskipun bukan pertandingan resmi). Tapi baguslah dibanding diam haha, bisa membuat semangat si petarung itu sendiri. Tetap semangat ya para petarung Jawa Tengah. BOX

Dua Atlet Tarung Derajat Semarang Berlatih di Bandung


Dua atlet seni gerak tarung derajat Kota Semarang, yang disiapkan membela Jateng di Pra-PON dikirim ke Bandung, Jawa barat. Keduanya dijadwalkan mengikuti program training center (TC) selama beberapa hari di sana.

Disampaikan Madi Sudrajat, Pelatih Tarung Derajat Jawa Tengah, ada empat atlet Jateng yang dikirim ke Bandung untuk mengikuti latihan. Mereka adalah Sucipto Rasa (Kota Semarang), Eko Satrio (Kota Semarang), Devi Puspitasari (Kabupaten Temanggung), dan Danang Prasetyo (Kabupaten Sragen) ”Keempatnya berlatih selama dua minggu, sejak tanggal 22 September hingga awal Okotber di Margahayu, Bandung,” paparnya kemarin.

Latihan di luar kota, dimaksudkan untuk mencari variasi latihan serta menimba ilmu di tempat asal muasal olahraga ini. Keempat atlet didampingi oleh pelatih utama kelas seni gerak Jateng, Heru Hermawan. ”Sementara untuk nomor tarung masih berlatih di Semarang. Tapi dalam waktu dekat tak menutup kemungkinan kami juga akan melakukan TC di sana,” paparnya.

Digembleng

Dalam persiapan menghadapi Pra-PON tanggal 2-4 Desember 2011, di Balikpapan, Kaltim selama ini Keluarga Olahraga Tarung Derajat (Kodrat) Jateng melakukan TC di Semarang. 13 atlet Pelatda, terdiri dari sembilan atlet tarung serta empat atlet seni gerak terus digembleng di Wisma Pelatda Tarung Derajat Jateng, Jalan Guntur No 3 Semarang.

Kodrat Jateng Kirim 13 Atlet


Kodrat Jateng memastikan hanya akan mengirim 13 atlet di Pra-PON XVIII Riau 2012. Setelah mendapatkan kepastian, bahwa kualifikasi PON akan dilaksanakan mulai tanggal 2-4 Desember 2011 di Balikpapan, pengurus segera memantapkan rencana dengan memastikan atlet yang akan diberangkatkan. Disampaikan PI Soegiarto, ketua harian Kodrat Jateng, 13 atlet yang akan dikirim sudah disiapkan semaksimal mungkin. "Sebelumnya ada sekitar 17 atlet yang kami kumpulkan di Pelatda. Akhirnya kami pastikan mengirim 13 atlet saja. 13 atlet tersebut terdiri dari tujuh atlet tarung putra, dua atlet tarung putri dan empat atlet seni gerak. Meski ada pengurangan nomor pertandingan, kami tetap optimis bisa mencuri setidaknya dua medali emas," tegas Ketua DPD Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Jateng itu.
 
Terpisah dari itu, Madi Sudrajat Pelatih Pelatda Pra-PON Tarung Derajat Jawa Tengah menambahkan, jelang pelaksanaan Pra-PON pihaknya optimis bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya. Apalagi 13 atlet yang disiapkan, memiliki peluang cukup besar untuk lolos, atau setidaknya masuk empat besar di babak kualifikasi. "Rival yang mungkin paling berat adalah Jawa Barat dan Jambi. Namun kami optimis bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya, karena target kami di PON adalah membawa pulang medali emas," tandasnya.

Gagal Mempertahankan Gelar Juara Umum

Dalam Kejurda tahun ini Dewi Fortuna belum berpihak kepada Pengcab Kota Semarang, karena belum bisa mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada porprov Jateng tahun 2009 di Solo. Dalam kejuaraan kali ini Pengcab Kota Semarang hanya menempati posisi ke-4 di bawah Kabupaten Temanggung yang menempati posisi ke-3. Sedangkan posisi  pertama ditempati oleh tuan rumah yaitu Kota Magelang dan posisi kedua ditempati Kabupaten Sragen.

Dari hasil tersebut tentunya Kota Semarang masih patut bersyukur karena para petarung yang diturunkan dalam kejurda kali ini sebagian besar membawa pulang medali. Baik itu petarung senior maupun yang pemula. Pada kelas 67,1-70 kg senior medali emas diraih oleh Saeful Amin, sedangkan kelas 50 kg ke bawah pemula/ pelajar SMA diraih oleh Diki Laksmana. Dari ke sepuluh petarung yang diturunkan hanya satu petarung yang tidak mendapatkan medali yakni Robi petarung pemula yang turun di kelas 60,1 kg ke atas.