Showing posts with label Berita. Show all posts
Showing posts with label Berita. Show all posts

Semua Petarung Jateng Bawa Pulang Medali

Penyerahan medali cabang Tarung Derajat.
Pertandingan Tarung Derajat pada PON XVIII yang berlangsung di Bengkalis, Riau 2012. Jateng meraih target yang diharapkan untuk bisa menjadi juara umum. Saingan yang dulu sangat mendominasi dalam kejuaraan Tarung Derajat yaitu Jawa Barat tempat olahraga ini  berasal kini tergeser di urutan ke-2.

Jateng meraih juara umum dengan membawa pulang  medali sebanyak 6 medali yaitu 2 medali emas, 3 medali perak dan 1 medali perunggu.

Berikut pencapaian yang diraih Jateng pada PON XVIII 2012 dari 6 atlet Tarung Derajat yang diberangkatkan:

Medali Emas

Kelas 52,1-55 Kg
Ma’ruf Setyawan (Jateng) vs Angga Purnadita (Sulsel)
Dimenangkan  Ma’ruf Setyawan (Jateng)              = 2-1
Kelas  55,1-58 Kg
Tarjuman (Jateng) vs Bernadus Niko (Kaltim)
Dimenangkan Tarjuman (Jateng)                            = KO

Medali Perak

Kelas 49,1-52 Kg
Kuswadi (Jateng) vs Heru Mulyana (Jabar)
Dimenangkan Heru Mulyanan (Jabar)                     =KO
Kelas 61,1-64 Kg
Subagja (Jateng) vs Septian Sapta (Jambi)
Dimenangkan Septian Sapta (Jambi)                        =3-0
Kelas  <52 Kg (Putri)
Weny Ariwati (Jateng)  vs Nur Fajeriah (Kaltim)
Dimenangkan Nur Fajeriah (Kaltim)                         = 3-0

Medali Perunggu
Kelas 52,1-58 Kg (Putri)
Nur Faizah (Jateng)

Perolehan Medali Tarung Derajat
Daerah EmasPerakPerunggu
Jateng 2 3 1
Jabar 1 1 3
Aceh 1 1 2
Bali 1 1 1
Kaltim 1 1 2
Riau 1 0 2
Kalbar 1 0 1
Jambi 1 0 0
NTB 1 0 3
Sulsel 0 1 0
Jatim 0 1 0
Sumut 0 1 0
Sumbar 0 0 3
NTT 0 0 1

Beralih di Kelas Tarung


Nomor tarung bukanlah spesialisasinya. Namun dengan tekad dan ingin mencari pengalaman baru atlet Tarung Derajat Kota Semarang Eko Satrio P. kini beralih haluan dari seni jurus ke nomor tarung. Pria kelahiran 5 Maret 1984 di Makassar dalam pra Porprov pada November nanti akan terjun kategori tarung.
Untuk mengasah teknik bertarungnya, atlet yang tergabung dalam Satuan Latihan Arhanudse 15 kini giat berlatih baik secara individu maupun di pemusatan latihan. Hampir setiap waktu longgar ia gunakan untuk berlatih. ''Nomor tarung bukan spesialisasi saya. Namun oleh pelatih dicoba untuk mengikuti nomor tarung. Saya siap untuk itu,'' tandas Eko sapaan akrabnya.
Kendati demikian, suami dari Puji Rahayu ini mempunyai keyakinan lolos ke Porprov 2013 mendatang di Banyumas. ''Yang penting saya selalu menanamkan kepercayaan dan keyakinan pada diri sendiri untuk lolos dan meraih emas, walaupun baru kali ini tampil di nomor tarung ,'' ujar pria kelahiran 5 Maret 1984 di Makassar ini yang pada Porprov 2009 di Solo meraih medali perunggu.
Bagi Eko dengan mempelajari Tarung Derajat banyak hikmah. Sebagai prajurit di Batalyon Arhanudse 15 Kodam IV Diponegoro, olahraga ini sangat medukunhg. Ia lebih bugar dan sehat. ''Sebagai seorang atlet dan prajurit dituntut mempunyai fisik yang prima. Setelah mendalami Tarung Derajat ini, kondisi saya lebih bugar, '' tandas bapak satu anak ini.
Falsafah Tarung derajat yang mengutamakan kekuatan, ramah, dan tangkas (Kurata) dipegang teguh dalam kesehariannya. Kemampuan bela diri justru membuatnya selalu berbaut arif dan tidak sewenang-wenang. ''Seorang petarung harus mempunyai sifat yang kuat dalam pribadinya, ramah kepada sesama petarung dan orang lain. Serta tangkas,'' ujarnya.
Buat pria yang tinggal di Asrama Kodam Jl Ksatrian ini, Tarung Derajat bukan sekedar olahraga prestasi. Lebih jauh, ia merasakan perubahan pribadi setelah mendalaminya. ''Saya lebih disiplin, bisa menguasai emosi dan lebih tangkas dalam melaksanakan tugas di Kesatuan Batalyon Arhanudse-15,'' tandas Eko.

Jateng Harus Puas di Urutan Ke-2


Melihat dari hasil kejuaraan babak pra kualifikasi PON yang digelar pada tanggal 16-18 Desember tahun ini di Balikpapan, Kalimantan Timur. Jateng harus berpuas diri menempati juara umum ke-2 setelah juara umum diraih oleh Tim Jabar. Tim Jabar memang cukup sulit untuk ditaklukan, selain karena pusatnya olahraga ini Jabar juga memiliki atlet-atlet yang sangat potensial untuk menjuarai di setiap kejuaraan tingkat nasional.

Jabar memimpin dengan meraih sebanyak 4 medali emas dan 1 medali perunggu. Tim rivalnya Jateng menempati juara umum ke-2 dengan meraih medali sebanyak 2 emas, 2 perak dan 2 perunggu dimana semua medali itu diraih dari kelas tarung sedangkan kelas seni gerak tidak membawa hasil apa-apa dan tidak bisa ikut serta dalam ajang olahraga empat tahunan yaitu PON 2012 yang akan digelar di Bengkalis, Riau. Kedua medali emas dipersembahakan oleh Andre Subagja kelas 64,1-67 kg dan emas yang satu lagi dipersembahkan oleh Tarjuman kelas 55,1-58 kg.

Dari hasil babak pra kualifikasi PON tersebut Jateng masih mempunyai banyak kesempatan untuk mengalahkan tim rivalnya Jabar pada PON mendatang karena cukup banyak atlet yang lolos terkecuali tim seni gerak.

Tarung Derajat Go Internasional

Atlet PraPON Kenakan Body Protector
Hadir sebagai salah satu cabang olahraga asli Indonesia yang terbilang  relatif muda daripada cabor-cabor yang selama ini dipertandingkan dalam setiap perhelatan akbar Pekan Olahraga Nasional (PON). Namun tarung derajat yang diciptakan oleh pria asal Jawa Barat, Ahmad Derajat atau yang akrab disapa AA Boxer, mampu menarik publik tanah air untuk tidak sekadar menekuni namun juga bisa berprestasi lewat cabor tersebut.

Hasilnya pun mulai dirasakan. Berhasil menyebar hampir ke seantero Nusantara, tarung derajat rupanya tidak hanya diminati kalangan domestik saja namun lebih dari itu cabor ini pun merambah ke level regional yang jauh lebih luas. “Alhamdulillan, tarung derajat yang lahir di Jawa Barat ini sudah tersebar hampir ke seluruh Indonesia. Sejauh ini sudah ada 25 pengprov di Tanah Air,” kata Badai, di sela-sela kunjungannya memantau persiapan Pra PON, Rabu (14/12) kemarin di Dome.

“Lebih membanggakan lagi, tarung derajat tidak hanya menyebar luas di Indonesia saja, tapi sekarang tarung derajat sudah go internasional,” sambung putra AA Boxer ini.

Bukti go internasionalnya cabor asli Nusantara ini dengan telah diterimanya tarung derajat sebagai salah satu olahraga di beberapa negara Asia Tenggara. Seperti Malaysia, Filiphina, Myanmar, Thailand, Vietnam, Laos dan Brunai Darussalam. “Ada delapan negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia yang menerima cabor tarung derajat ini sebagai salah satu cabor resmi. Karena itu bukti go Internasional tarung derajat ini dengan dipertandingkannya pada SEA Games lalu, meski hanya eksibisi,” tegas Badai.

Nah, pada pelaksanaan SEA Games XXVIII di Myanmar pada 2013 nanti tarung derajat secara resmi akan dieprtandingkan. “Bahkan kami tidak ingin sampai di sini saja, tapi bagaimana tarung derjata kedepannya bisa lebih mendunia, termasuk bagaimana bisa menembus olimpiade. Dan itu kami dari Perguruan Pusat dan PB harus berjuang tentunya dengan pencapaian prestasi atlet dan terus menyebarluaskan cabor ini,” beber dia.

Sebagai cabor yang go internasional dan akan mengawali kiprahnya secara resmi di SEA Games Myanmar nanti. Kata Badai, pihak perguruan pusat yang berlokasi di Bandung Jabar ini tengah melakukan koordinasi dengan tujuh negara di Asia Tenggar. Pasalnya sebagai ajang pemanasan pra SEA Games, negara-negara Asia Tenggara tersebut sepakat untuk menggelar kejuaaraan terbuka.

“Dan kami dari perguruan pusat dan PB Kodrat berharap agar kegiatan internasional sebelum SEA Games tersebut bisa terselenggara di Indonesia. Untuk lokasi pertandingan sendiri kami sepakati berlangsung di Denpasar Bali. Tapi ini belum final, karena penyelenggaranya baru pada 2012 mendatang,” tandas Badai yang diamini oleh Sekjen PB Kodrat Hermansyah dan Ketua Pengprov Kodrat Kaltim Muhammad Adam.(san)

Petarung Dijanjikan Bonus


Untuk menambah motivasi petarung, pengurus Keluarga Besar Tarung Derajat (Kodrat) Jateng menyiapkan bonus bagi petarung yang meraih medali pada Pra-PON XVIII di Balikpapan 15-18 Desember.
Ketua Umum Kodrat Jateng Putut Sutopo menyampaikan hal itu, Minggu (11/12) malam, dalam acara pelepasan kontingen di rumah makan Ikan Bakar Cianjur, kawasan Kota Lama, Semarang. Selain atlet dan pelatih, acara dihadiri Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jateng Soedjioto, dan Ketua Harian Kodrat PI Soegiharto.
Putut menyebutkan, petarung peraih medali emas akan mendapat satu unit sepeda motor, perak mendapat Rp 5 juta, dan perunggu Rp 3 juta. Bonus juga akan diberikan kepada pelatih. "Ini sebagai penambah semangat saja bagi atlet. Semoga motivasi mereka bisa meningkat sehingga Jateng banyak meloloskan petarung sebanyak-banyaknya ke PON," katanya.
Putut yakin dengan persiapan yang sudah dilakukan lama, petarung lebih siap secara teknik dan fisik. Ia juga berpesan kepada atlet agar tidak terlalu menganggap berat petarung dari Jabar, yang selama ini selalu mendominasi di berbagai kejuaraan nasional. "Saya melihat raut muka atlet semunya sudah siap bertarung.
Mental mereka juga sudah tertata bagus karena latihan intensif dan uji coba yang dilakukan selama ini. Saya minta agar petarung pantang menyerah," tandasnya.
Pada Pra-PON ini, Jateng menurunkan 13 atlet, tiga pelatih, satu manajer, dan satu ofisial. 13 atlet tersebut terdiri atas tujuh petarung putra, dua petarung putri, dan empat atlet seni gerak. Mereka akan turun di 10 nomor yang dipertandingkan.
Pelatih Kepala Heru Hermawan mengatakan pelatihan yang dilakukan di Mess Pelatda Jalan Guntur No 3 Gajahmungkur Semarang berjalan intensif. Sepanjang mengikuti Pelatda, petarung menunjukkan kemajuan yang signifikan.
"Mereka sudah dipersiapkan dengan latihan keras. Dari berbagai uji coba bisa dilihat beberapa daerah seperti Jabar, Sumbar, dan Aceh harus diwaspadai. Begitu juga dengan tuan rumah Kaltim," katanya.
Sementara Ketua Bidang Pembinaan Prestasi KONI Jateng, Soedjioto, berharap tarung derajat bisa melanjutkan tren positif cabang olarhaga di Jateng yang meloloskan atletnya ke PON. ''Kami berpesan agar semua atlet dan ofisial menjaga sportivitas ketika bertanding,'' katanya.

Atlet Jateng Fokus pada Teknik

Sebelum diberangkatkan ke Pra-PON di Bengkalis, 16-18 Desember mendatang, atlet tarung derajat Jateng akan di fokuskan latihan teknik.

Ketua Harian Keluarga Besar Tarung Derajat (Kodrat) Jateng PI Soegiharto menegaskan, 14 atlet saat ini terus dilatih terpusat di Mess Pelatda Tarung Derajat Jateng, jalan Guntur No 3 Gajahmungkur, Semarang.

Dikatakan, dari hasil try out dan try in yang telah dilakukan, pihaknya optimis bisa menorehkan prestasi. Apalagi dari hasil evaluasi try out di Jabar belum lama ini, pengurus mengaku puas atas hasil yang dicapai para petarung.

"Secara umum kami telah siap mengikuti babak kualifikasi. Tanggal 16 Desember, 14 atlet, tiga pelatih, satu manajer dan satu offisial akan kami berangkatkan," tegasnya.

Dua Emas

Di Pra-PON sendiri, PI Soegiharto yang juga Ketua DPD Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Jateng optimis bisa meloloskan petarung sebanyak-banyaknya ke PON. Sementara di PON, Jateng menargetkan bisa membawa pulang dua medali emas. "Kelas yang kami incar adalah kelas 67 kg hingga 70 kg," akunya.

Ditambahkan, upaya untuk bisa merebut dua emas di PON XVII/Riau 2012, menurutnya akan sedikit berat. Apalagi banyak nomor andalan Jateng yang tidak dipertandingkan. Target realistis, ingin memperbaiki prestasi di PON ke XVII 2008. Pada pagelaran event empat tahunan di Kaltim, kontingennya hanya mampu membawa pulang tiga medali perak, dan tiga perunggu.

8 Negara Ikuti Ekshibisi Tarung Derajat di Sea Games XXVI


Sebanyak delapan negara akan melakukan eksibisi seni bela diri asli Indonesia, Tarung Derajat di Hall Basket, Senayan, Jakarta, 13-14 November. Eksibisi digelar untuk mengamankan posisi Tarung Derajat sebagai salah satu cabang olahraga resmi SEA Games Myanmar 2013 mendatang.

Negara-negara yang akan bertarung memperebutkan enam medali emas itu, adalah Thailand, Brunei Darussalam, Laos, Filipina, Myanmar, Timor Leste, Malaysia, dan Indonesia. Ekshibisi ini akan mempertandingkan empat kelas putra dan dua kelas putri.

Seluruh biaya pelaksanaan adalah dari hasil sumbangan pengurus PB Kodrat (induk organisasi tarung derajat), perguruan, dan donatur. "Tampilnya banyak negara ini membuktikan ilmu bela diri tarung derajat sudah diterima masyarakat kawasan ASEAN. Bahkan mendapat dukungan dari pemerintah masing-masing," tutur Sang Guru Achmad Drajat, di Jakarta, baru-baru ini.

Menurut Sang Guru, selain ekshibisi SEA Games, tarung derajat juga akan dipertandingkan di Arafura Games 2012. "Kami bangga bisa mengembangkan olahraga tarung derajat asli Indonesia hingga go international. Pertandingan ekshibisi ini merupakan langkah awal untuk bisa dipertandingkan secara resmi di SEA Games XXVII Myanmar 2013," katanya.