Kodrat Jateng Kirim 13 Atlet


Kodrat Jateng memastikan hanya akan mengirim 13 atlet di Pra-PON XVIII Riau 2012. Setelah mendapatkan kepastian, bahwa kualifikasi PON akan dilaksanakan mulai tanggal 2-4 Desember 2011 di Balikpapan, pengurus segera memantapkan rencana dengan memastikan atlet yang akan diberangkatkan. Disampaikan PI Soegiarto, ketua harian Kodrat Jateng, 13 atlet yang akan dikirim sudah disiapkan semaksimal mungkin. "Sebelumnya ada sekitar 17 atlet yang kami kumpulkan di Pelatda. Akhirnya kami pastikan mengirim 13 atlet saja. 13 atlet tersebut terdiri dari tujuh atlet tarung putra, dua atlet tarung putri dan empat atlet seni gerak. Meski ada pengurangan nomor pertandingan, kami tetap optimis bisa mencuri setidaknya dua medali emas," tegas Ketua DPD Asosiasi Advokad Indonesia (AAI) Jateng itu.
 
Terpisah dari itu, Madi Sudrajat Pelatih Pelatda Pra-PON Tarung Derajat Jawa Tengah menambahkan, jelang pelaksanaan Pra-PON pihaknya optimis bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya. Apalagi 13 atlet yang disiapkan, memiliki peluang cukup besar untuk lolos, atau setidaknya masuk empat besar di babak kualifikasi. "Rival yang mungkin paling berat adalah Jawa Barat dan Jambi. Namun kami optimis bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya, karena target kami di PON adalah membawa pulang medali emas," tandasnya.

Gagal Mempertahankan Gelar Juara Umum

Dalam Kejurda tahun ini Dewi Fortuna belum berpihak kepada Pengcab Kota Semarang, karena belum bisa mempertahankan gelar juara umum yang sebelumnya diraih pada porprov Jateng tahun 2009 di Solo. Dalam kejuaraan kali ini Pengcab Kota Semarang hanya menempati posisi ke-4 di bawah Kabupaten Temanggung yang menempati posisi ke-3. Sedangkan posisi  pertama ditempati oleh tuan rumah yaitu Kota Magelang dan posisi kedua ditempati Kabupaten Sragen.

Dari hasil tersebut tentunya Kota Semarang masih patut bersyukur karena para petarung yang diturunkan dalam kejurda kali ini sebagian besar membawa pulang medali. Baik itu petarung senior maupun yang pemula. Pada kelas 67,1-70 kg senior medali emas diraih oleh Saeful Amin, sedangkan kelas 50 kg ke bawah pemula/ pelajar SMA diraih oleh Diki Laksmana. Dari ke sepuluh petarung yang diturunkan hanya satu petarung yang tidak mendapatkan medali yakni Robi petarung pemula yang turun di kelas 60,1 kg ke atas.